Mau Gaji Lebih Awet? Yuk, Coba Kurangi 5 Hal Ini

Baru aja credit HP tanpa DP 6 bulan lalu, terus sudah tergoda mau ambil cicilan yang baru? Bisa jadi, itu adalah salah satu alasan mengapa gaji kamu nggak pernah awet setiap bulan. Selalu ada tambahan cicilan baru meskipun yang lama belum lunas.

Tapi tentu, bukan cuma itu aja. Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab kenapa susah atur gaji untuk bisa cukup sampai satu bulan. Selain belum mahir mengatur keuangan, bisa jadi kebutuhan yang wajib kamu tangggung juga terlalu besar dan melebihi kemampuan keuanganmu. Alhasil, nggak heran kalau tanggal tua selalu menjadi momok mengkhawatirkan setiap bulannya.

Kalau kamu merasa terlalu boros setiap bulan tapi bingung ke mana larinya uang, ada kemungkinan 5 hal ini harus segera dievaluasi dan dikurangi:

Berapa kali belanja online dalam seminggu?

Saking mudah dan asyiknya belanja online, tinggal buka aplikasi e-commerce, window shopping, masukkan barang ke wishlist, tau-tau checkout. Apalagi kalau ada promo atau gratis ongkir, belanja online memang cenderung bikin ketagihan. Meski sebenarnya barang yang dibeli belum tentu benar-benar dibutuhkan.

Ini bisa menjadi salah satu penyebab gaji selalu cepat habis. Walaupun belanjanya kecil-kecil tapi kalau dilakukan terlalu sering, pastinya akan terasa dan menjadi pengeluaran tersendiri.

Supaya hal ini nggak terulang di bulan berikutnya, kamu dapat membatasi penggunaan aplikasi e-commerce. Kalau perlu siapkan bujet khusus untuk belanja online dalam satu bulan supaya pemakaiannya bisa terkontrol dan tercatat.

Hindari ambil kredit baru hanya karena tren

Nggak semua orang mengambil kredit baru karena butuh barangnya. Sebagian ada juga yang mengandalkan kredit demi memenuhi gaya hidup. Bagaimana untuk tahu tanda, kita termasuk yang mana?

Kredit yang diambil karena butuh biasanya dibarengi dengan pertimbangan yang matang, khususnya tujuan kredit dan kemampuan keuangan untuk bayar cicilannya. Selain itu, kredit juga sifatnya urgent, tidak bisa ditunda karena jika ditunda akan ada aktivitas yang terhambat.

Misalnya, kredit HP tanpa DP diambil untuk sekolah daring atau mengurus pekerjaan karena HP yang lama rusak dan akan memakan waktu lama jika menunggu diservis.

Sementara kredit yang diambil hanya karena tren biasanya memiliki urgensi yang nggak tinggi dan sangat bisa ditunda. Contohnya, kalau HP yang lama masih layak pakai & berfungsi baik, tetapi memaksakan kredit HP keluaran terbaru meski cicilan bulanannya tinggi.

DI masa sekarang, ambil credit HP tanpa DP memang sangat mudah. Ada aplikasi seperti Kredivo yang limitnya bisa sampai Rp 30 juta. Plus, ada program cicilan 0%-nya juga yang bisa digunakan dengan minimal transaksi 500 ribu tanpa uang muka.

Meski tawarannya menggiurkan, perlu diingat kalau ada cicilan baru, berarti ada beban keuangan baru. Layanan seperti Kredivo akan lebih ideal & bermanfaat jika digunakan di situasi yang tepat atau kebutuhan yang memang penting, alih-alih untuk kebutuhan gaya hidup.

Pantau pengeluaran kecil seperti beli kopi atau snack

Bagi kaum urban, membeli snack atau kopi di pagi hari saat ke kantor, mungkin sudah menjadi rutinitas sendiri. Seperti yang kita tahu, kedai kopi yang menjamur di perkotaan tentu sebanding dengan permintaannya.

Sama seperti belanja online, bisa jadi beli kopi dan snack sehari-hari walau jumlahnya sedikit, juga bikin boros keuangan karena dilakukan terlalu sering. Kalau kamu termasuk yang aktif dan rutin mengonsumsi kopi saat beraktivitas sehari-hari, yuk coba hitung lagi pengeluaranmu dalam sehari atau satu bulan.

Supaya bisa lebih hemat, kamu juga bisa membuat anggaran terpisah dan limit untuk kebutuhan ini.

Lebih teliti saat mengincar promosi

Ketika belanja online atau di mal, akan banyak promosi yang bertebaran. Sayangnya, nggak semua promosi dibuat untuk membantu konsumen berhemat. Sebagian jenis promosi justru membuat konsumen “terdorong” untuk belanja lebih meski sebenarnya nggak butuh. Sebagai konsumen, kita mungkin akan merasa “sayang” kalau transaksi hanya kurang sedikit & melewatkan promosi.

Sering mengalami kondisi di atas?

Nah, kuncinya untuk membentengi diri dari situasi tersebut adalah menanamkan konsep “belanja secukupnya”. Kalau perlu, rencanakan dari rumah ketika ingin berbelanja. Buat daftar kebutuhan yang ingin dibeli & usahakan untuk disiplin dan hanya membeli barang dengan jumlah yang sesuai catatan

Hitung kembali pengeluaran vs kemampuan finansialmu

Yang terakhir, ada kemungkinan gaji nggak bisa bertahan lama untuk satu bulan karena memang kebutuhanmu lebih besar daripada kemampuan finansialmu.

Ini sering terjadi pada generasi sandwich yang harus menanggung kebutuhan sendiri dan keluarganya dalam waktu bersamaan.

Tidak mudah untuk keluar dari situasi tersebut. Namun, kamu bisa mengupayakan beberapa hal sederhana untuk meringankan keuangan. Mulai dari mencoret kebutuhan yang tidak perlu, memberi pemahaman kepada anggota keluarga, atau mau tidak mau mencari sumber penghasilan tambahan lainnya.