
Pada dasarnya, istilah brand equity memiliki arti sebagai sebuah kekuatan dari brand atau merek tertentu. Dengan adanya kekuatan merek yang tinggi, maka sebuah bisnis akan berjalan dengan lancar, pangsa pasar semakin luas, mudah dalam menentukan harga, dan lain sebagainya.
Meski penting untuk dipahami, masih banyak pebisnis yang awam mengenai istilah brand equity ini. Untuk itu, berikut akan dibahas lebih dalam mengenai pengertian, dan manfaat dari brand equity.
Pengertian Brand Equity
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pengertian brand equity pada dasarnya adalah kekuatan dari brand tertentu. Nilai pertama kali yang dilihat dari sebuah brand adalah nama ataupun simbol dari brand itu sendiri.
Dari nama atau simbolnya, para pelanggan mampu menilai tinggi atau rendahnya sebuah brand. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mempertimbangkan secara matang pemilihan nama dan simbol dari sebuah brand. Meski hal tersebut bukan satu-satunya penentu tinggi atau tidaknya brand equity.
Manfaat Brand Equity
Dengan kekuatan brand yang dimiliki, maka kesempatan menarik banyak konsumen juga semakin besar. Berikut akan dijelaskan lebih rinci mengenai manfaat brand equity.
1. Bertahan di Tengah Persaingan Pasar
Kepercayaan pelanggan kepada sebuah brand akan menjadikan brand tersebut tahan terhadap persaingan pasar yang ketat. Meski banyak kompetitor bermunculan, tidak akan mempengaruhi keberlangsungan bisnisnya. Hal ini berkaitan erat dengan loyalitas para konsumen yang tidak terpengaruh dengan brand baru.
2. Eksistensi Perusahaan yang Kuat
Loyalitas pelanggan berdampak besar bagi sebuah perusahaan. Manfaat lain dari brand equity adalah eksistensi perusahaan yang kuat. Meski demikian, perusahaan harus tetap berinovasi agar kesetiaan pelanggan tidak memudar dan tetap unggul di antara para kompetitornya.
3. Tidak Khawatir Menaikkan Harga Produk
Bagi perusahaan dengan brand equity yang kuat tidak akan khawatir saat menaikkan harga produknya. Hal ini karena tingkat kesetiaan pelanggannya yang tinggi dan bernilai positif. Pelanggan akan mengesampingkan perihal harga produk karena rasa percaya yang tinggi terhadap sebuah brand.
4. Meningkatnya Pembelian Produk Lain dari Brand yang Sama
Kepercayaan dan tingkat kepuasan pelanggan bisa dilihat dari banyaknya pembelian berulang (repeat order) dari berbagai produk berbeda, namun dari brand yang sama. Contohnya para pengguna iPhone biasanya juga akan membeli produk Apple lainnya seperti iPad atau iPod.